Termasuk akhlaq tercela dalam Islam ialah riya'. Riya' atau berarti menginginkan pujian dari orang lain merupakan sikap alamiyah manusia yang selalu menginginkan pujian dari orang lain. Imam Al Ghazali mendefinisikan riya' sebagai sifat menginginkan pujian dan popularitas dalam beribadah, hukumnya haram dan termasuk syirik Asghar.
Terlebih dizaman sekarang ini, mungkin kita akan lebih sulit untuk menghindari sikap riya' ini, terpengaruh dengan zaman teknologi dan budaya viral dimasyarakat semakin memupuk sikap ini menjadi tumbuh semakin subur bagai jamur dimisim hujan. Apalagi ditambah dengan kedudukan yang tinggi di masyarakat atau menjadi tokoh publik, tentu sifat riya' ini akan semakin sulit untuk dihindari. Ambil sajalah contoh misalkan seorang elit politik, pasti akan lebih sulit untuk menghindari sifat ini, apalagi menjelang pemilihan.
Orang yang terjangkit sifat ini bercirikan adanya perbedaan amalan ketika dipandang orang lain dan ketika sendirian. Biasanya orang yang bersifat seperti ini akan sangat rajin beribadah ketika dilihat oleh orang lain atau orang yang di hormatinya, namun perilaku itu akan sirna setelah dia sendirian.
Banyak orang mengkategorika orang yang memiliki sifat riya' sebagai munafiq, namun kenyataannya berbeda orang munafiq adalah orang yang menampakkan kebaikannya padahal dia sedang menyembunyikan keburukan, berbeda dengan orang riya' mereka beribadah karena Allah namun dalam hatinya tersirat pikiran ingin dilihat oleh orang lain.
Allah SWT. Mengecam orang yang bersifat riya' ini dalam surah Al Maun ayat 4-6 yang berbunyi.
فويل للمصلين ٤ الذين هم عن صلاتهم ساهون ٥ الذين هم يراءون ٦
Artinya : Maka celakalah orang yang sholat ( 4 ) ( yaitu ) orang yang lalai terhadap sholatnya (5) yang berbuat riya' (6) ( Q.S Al Ma'un 4-6 ).
Selain kecaman dari Allah SWT. Orang yang bersifat riya' juga diancam tidak akan diterima amalnya oleh Allah SWT. Kelak di akhirat Allah SWT. Akan menyuruh orang yang riya' untuk meminta balasan kepada orang yang pernah diinginkan pujiannya.
Termasuk salah satu syarat diterimanya amal seseorang adalah dengan memurnikan niat hanya kepada Allah SWT. Tentu hal ini akan terbalik dengan sifat riya' yang masih menginginkan pujian orang lain, dan tentu amal orang yang seperti ini tidak akan diterima oleh Allah SWT.
Penyebab munculnya sifat riya' itu sendiri bermacam-macam, namun pada umumnya sifat riya'muncul dari adanya sifat mencintai kedudukan atau dalam ilmu tasawuf biasa desebut hubbul jaah, orang yang mencintai kedudukan akan selalu berusaha agar dirinya menjadi sorotan orang lain, menunjukkan amal ibadahnya agar disanjung dan semakin dihormati.
Lalu ada sebagian orang yang biasanya beribadah lalu berhenti seketika karena beralasan takut riya', perlu di ketahui bahwa menurut para ulama perspektif seperti itu termasuk kedalam kategori riya'. Jika kita akan memulai ibadah ketika kita benar-benar ikhlas karena Allah, mungkin sampai kita meninggalpun kita tidak akan pernah beribadah sedikitpun.
Riya' termasuk penyakit hati yang penyembuhannya tidak seperti penyakit fisik yang bisa diobati dengan obat-obatan, penyakit hati hanya dapat diobati oleh pembiasaan diri dan memperbanyak intropeksi, kesadaran diri sendiri adalah aspek utama untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit hati.



2 comments:
Semoga kita dijauhkan dari sifat riya' amin
Riyak adalah sfat yang sangat dibenci tuhan
Post a Comment